ABSTRAK
Ketidakseimbangan regional dalam pembangunan ekonomi dan kesenjangan pendapatan perkotaan-pedesaan merupakan tantangan utama bagi pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang. Dengan menggunakan kebijakan berbasis tempat dalam perencanaan revitalisasi di daerah basis revolusioner lama Tiongkok sebagai eksperimen kuasi-alami, studi ini meneliti peran kebijakan berbasis tempat dalam distribusi pendapatan antara daerah perkotaan dan pedesaan di daerah-daerah yang kurang berkembang. Secara khusus, studi ini menemukan bahwa intervensi kebijakan secara signifikan mengurangi kesenjangan pendapatan antara penduduk perkotaan dan pedesaan. Temuan-temuan ini menyiratkan bahwa kebijakan berbasis tempat yang ditujukan untuk mengurangi ketidakseimbangan regional juga memiliki manfaat yang tidak diinginkan dalam mempromosikan distribusi pendapatan yang adil antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kebijakan berbasis tempat meningkatkan distribusi pendapatan perkotaan-pedesaan melalui mekanisme perantara seperti meningkatkan layanan publik, mendukung pembangunan pertanian, dan mempromosikan pengembangan inovatif ekonomi digital. Efek heterogenitas karakteristik regional juga ditemukan. Di kota-kota di Tiongkok bagian barat, kota-kota dengan ketimpangan pendapatan yang besar, dan kota-kota dengan urbanisasi yang lambat, kebijakan berbasis tempat memainkan peran yang lebih kuat dalam mengurangi ketimpangan pendapatan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Temuan kami membantu mengoptimalkan kebijakan publik di berbagai bidang seperti pembangunan ekonomi regional yang seimbang dan distribusi pendapatan, dan memiliki implikasi penting bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah yang kurang berkembang.
Manfaat yang Tidak Diharapkan: Dampak Kebijakan Berbasis Lokasi terhadap Kesenjangan Pendapatan Pedesaan dan Perkotaan di Daerah Basis Revolusi Tiongkok

Leave a Reply