ABSTRAK
Penelitian suara yang ada cenderung berfokus pada hasil positif yang terkait dengan suara promotif dan hasil negatif yang terkait dengan suara larangan. Kami mengadopsi sudut pandang teoritis penentuan nasib sendiri untuk memeriksa apa yang akan diperoleh para pengisi suara dengan menggunakan kedua jenis suara tersebut meskipun ada potensi reaksi keras terhadap mereka atas perilaku suara mereka (terutama suara larangan). Kami melakukan dua studi pengambilan sampel pengalaman yang memeriksa fluktuasi suara setiap hari (Studi 1) dan setiap minggu (Studi 2). Dalam Studi 1, kami menemukan bahwa meskipun suara promotif dikaitkan secara positif dengan kepuasan kebutuhan psikologis pengisi suara, suara larangan tidak. Selain itu, hubungan antara suara promotif dan kepuasan kebutuhan psikologis pengisi suara lebih kuat daripada hubungan antara suara larangan dan kepuasan kebutuhan psikologis pengisi suara. Dalam Studi 2, kami menemukan bahwa baik suara promotif maupun suara larangan secara tidak langsung berkaitan dengan ekspresi diri autentik dan perilaku menolong si pengisi suara melalui mekanisme mediasi pemuasan kebutuhan psikologis, meskipun efek tidak langsung dari suara promotif lebih kuat daripada efek tidak langsung dari suara larangan.
“Saya Hanya Perlu Mengatakan Sesuatu”: Model Penentuan Nasib Sendiri dalam Suara

Leave a Reply